Thursday, September 24, 2009

REVIEW: Nail Polish Under Rp. 50.000,-

1. Revlon Nail Enamel 14,7 ml (Rp. 30.000,-). Siapa sih yang tidak tahu kepopuleran Revlon Nail Polish ini? Great quality with afffordable price...

Plus
- Has so many red, white, and brown shade.
- Pengaplikasian dengan kuasnya mudah, karena ukuran kuas pas
- Hanya dalam sekali pulas, warna yang keluar rata dan bagooeesss..... (jadi tidak perlu repot-       repot mengulaskan dua lapis)

Minus :
- Warna-warna yang tersedia classic, tidak tersedia varian warna-warna yang yang eye catching dan oh-so-bright, seperti electric blue, shocking orange, dan neon green misalnya.
- Setelah dipulas, kuteks keringnya cukup lama juga... Harus disambil nonton, biar nggak bete nunggunya.
- Dalam waktu sekitar 3 hari, kuteks mulai retak-retak (tanpa penggunaan top coat).




2. Oriflame Beauty Nail Colour Expert 7 ml (Rp. 49.900,-).

Plus
- Kuas sangat nyaman digunakan, ukurannya lebih besar dari kuas kuteks merk lain. Jadi kalau memulaskan di jari kelingking, hanya dalam satu kali pulasan dan...Voila! Kuku kamu cantik seketika. Jadi lebih menghemat waktu...
- Warna yang terlihat di botol, sama dengan warna ketika dipulaskan. It's really beautiful colors (available in 12 shades of colors). My fave one is 'Midnight Passion',
it has the black-cherry shade.
- Tahan lama, dan tidak retak-retak..

Minus :
- Kuteks dalam botol cepat mengental :(




3. Wild and Crazy Nail Enamel 12 ml (Rp. 20.000,-). Tersedia di counter-counter C&F Perfumes, tapi akhir-akhir ini kayaknya udah nggak kelihatan lagi... (?). Made in USA.

Plus
- Warnanya nggak nahaaaannn....! Banyak banget, mulai dari electric blue, green, sampai bright red ada semua disini (versi murah dari OPI nail laquer seharga Rp. 180.000,-).
- Kuteks tidak terlalu cepat retak.
- Kuteks dalam botol lama mengentalnya.

Minus :
- Entah karena cuman perasaan saya atau gimana, kok rasanya kuasnya kurang nyaman dipakai.. Agak keras gitu..
- Keringnya lama... :(




4. The Face Shop Nail Color 11 ml (Rp. 29.000,-).

Plus :
- Warna yang tersedia bermacam-macam, ada dark purple, neon green, soft peach, pearl white, light blue, and many more. Pokoknya kalo dari kejauhan udah kayak candy store ;P Pusing deh milihnya...

Minus :
- Warnanya baru 'keluar' setelah dipulaskan 2 kali. Satu kali pulasan nggak ngefek... :(
- Lamaaaa banget keringnya. *betedotcom*
- Warna kurang merata setelah dipulaskan. *betedotcom ver.2*



5. Candy Shop Nail Color (Rp. 17.000,-). Korean product. Terakhir saya beli produk mereka ini sewaktu saya kelas 2 SMA. Sekarang gerai Candy Shop ini sudah entah kemana, benar-benar hilang ditelan bumi. Dulu gerai ini sempat mampir di Bandung Indah Plaza dan Riau Junction. Huhuhu...padahal saya suka banget sama brand ini, setiap seminggu sekali beli dua warna kuteks disana.

Plus
- Harganya murmer sekali alias murah meriah..!!! Jadi kalau mampir kesana tidak mungkin pulang tidak membawa apa-apa :p
- Koleksi warnanya mirip-mirip dengan koleksi The Face Shop, banyak sekali, dan bikin mupeng semua.
- Warnanya pun bagus dan merata apabila dipulas, cukup sekali pulas langsung oke (kecuali warna-warna tertentu seperti warna yang nge-dove)
- Keringnya tidak memerlukan waktu yang lama.
- Kuteks dalam botol tidak mudah mengental (kecuali yang warna bening full glitter)


Minus :
- Menurut saya tidak ada keluhan dalam botol kuteks Candy Shop ini... Absolutly perfecto... (sayang banget yaa produk ini sudah tidak ada lagi)


Semoga review saya ini bermanfaat yaa... untuk mendapatkan kuku yang cantik tidak harus mahal kok (walaupun saya juga suka yang mahal-mahal @_@). Jadi uang sisanya bisa untuk beli dress lucu atau ankle boots idaman *shoes addict mode on*.

Just go collect some, for an instant glam in a bottle!

Saturday, September 19, 2009

Nail 'Em Up!

Tidak bisa dipungkiri, kegemaran saya menghias dan mengecat kuku sudah mendarah daging sejak jaman dahulu kala... Lebih tepatnya, saya mulai mengenal botol-botol kecil nan lucu ini sejak kelas 4 SD.  Saya ingat sekali, waktu itu saya suka memakai yang bening, dan tidak lama kemudian saya merengek-rengek kepada mamie saya minta dibelikan yang berwarna putih. Yaaaayyy...! Akhirnya saya dibelikan kuteks putih Oriflame, yang pada saat itu harganya bisa dibilang tidak terlalu murah.
Kebiasaan itu pun berlanjut hingga sekarang. Kalau kuku saya dalam keadaan polos tanpa polesan kuteks, rasanya gimanaaa gitu..kayak ada yang kurang. Bahkan kebosanan dan ke-bete-an saya bisa dalam sekejap sirna, kalau melihat kuku saya berwarna-warni (normal nggak sih??). Saya hobi banget mengkoleksi kuteks dalam berbagai warna, dari mulai warna yang soft seperti beige atau nude, sampai yang bikin silau mata, seperti shocking pink, neon green, juga electric blue. Tak ketinggalan juga peralatan nail art kayak di salon, mulai dari kuas khusus nail art sampai nail drill (alat pembolong untuk memakai anting kuku) dan masih banyak lagi, lengkap di rumah. Dan beruntungnya saya, mempunyai kuku yang panjang, ramping, dan kuat, jadi gampang mau dimacem-macemin juga...Hehehe :)
Paling repot nih, waktu di SMA. Peraturan sekolah yang melarang kuku panjang dan pemakaian kuteks. Tidaaaaakkk...! Tapi tetap saja, kuku saya yang memang pada dasarnya bentuknya ramping, kalau panjang sedikiiit saja kelihatannya panjang banget. Dan kalau sudah 'gataaal' banget pengin memakai kuteks, saya harus puas hanya dengan memakai warna-warna nude tipis atau sedikit shimmer. Alhasil, saya sering kena razia kuku oleh guru tatib saya yang tersayang, Bu Martha. Rasanya pengin nangis kalau saat itu juga saya disuruh memotong habis kuku saya di luar kelas T_T  Tapi kok rasanya saya tidak pernah kapok ya... Bahkan pernah, kena razia pada saat saya memakai nail dangel (anting kuku) yang lucu nan glamour berwarna emas. Dan tidak usah disebutkan lah yaa, saya langsung disuruh apa sama guru tatib saya. Nah kalau kasus yang ini sih, saya rasanya pengin nangis darah....
Nah, sebagai wanita sudah sepantasnya dong kita merawat dan mempercantik kuku kita (laki-laki juga nggak ada salahnya lho...). Dikutip dari dari majalah Cosmopolitan Hair and Beauty"You can tell a lot about a girl by the state of her nails. A neat, well-manicured set is a sure sign of an organised, groomed individual, while signs of neglect like chips and splits are a pretty good indication that life's been a bit hectic lately." 
So here are some good tips for you... :
  • Selalu memakai base coat sebelum memakai kuteks, khususnya kuteks berwarna gelap yang bisa membuat kuku menjadi kuning. Selain menyiapkan tekstur kuku yang lebih baik sebelum diaplikasikan kuteks, juga menjadikan kuteks lebih awet dan tahan lama.
  • Jangan memakai kuteks yang tidak terjamin alias tidak ada merknya. Kuteks murahan itu (murahan lho yaa, bukan murah) dapat membuat kuku cepat retak, warnanya pun tidak merata walaupun diaplikasikan beratus-ratus kali juga. Kuteks murahan pun sulit untuk dihapus dengan nail polish remover.
  • Rajin-rajinlah memakai hand & nail cream, selain membuat kulit tangan halus dan memperlambat proses penuaan (punggung tangan adalah bagian yang paling cepat keriput lhoo) juga kuku pun menjadi lebih sehat dan melembutkan kutikula.
  • Bawalah selalu mini manicure kit kemanapun kamu pergi, untuk berjaga-jaga kalau kuku sampai patah misalnya. Biasanya mini manicure kit ini terdiri atas, gunting kuku, kikir kuku, pinset, juga gunting. (Semasa saya SMA, setiap harinya banyaaak sekali teman yang meminjam manicure kit saya bahkan sampai berlangganan. Entah gara-gara kuku patah lah, dll. Dan herannya ada yang hampir setiap hari pinjam, tapi tidak pernah ada kesadaran untuk membawa sendiri)
  • Selalu tutup kembali botol kuteks kamu dengan rapat, supaya tidak cepat mengental.
  • Rajin menggunakan nail buffer (yang terdiri dari 3-step itu lho..) selain bisa membuat kuku mengkilap sempurna, juga bisa melancarkan peredaran darah yang membuat kuku lebih cepat tumbuh. Tapi jangan sering-sering yaa, nanti kukunya jadi tipis.
  • Kuteks berwarna gelap (seperti merah tua atau hitam) lebih bagus apabila diaplikasikan pada short nails. Kuku yang panjang terlihat cantik dan elegan apabila diaplikasikan warna-warna soft (seperti baby pink, beige, atau shimmering).
  • Berilah waktu untuk kuku beristirahat tanpa polesan kuteks. Karena saya pernah mengalaminya sendiri, kuku saya menjadi kering dan retak-retak gara-gara keseringan pakai kuteks dengan minimnya perawatan.
Tangan dan kuku yang well-groomed bisa membuat total look penampilan kamu jadi jauuuh lebih oke pastinya.... ;)

Sunday, September 13, 2009

My Dear Friends..

Tidak terbayangkan melewati masa-masa penuh suka-duka di SMA tanpa teman-temanku tersayang...
They give colours into my life, really can't live normally without them (it's true, bukan lebay lho..). Semasa SMA saya punya 4 sahabat dekat yang sangat amat berarti untuk saya. Let me introduce them... :

Sebastian Adityo Prabowo. Nah dia ini soulmate saya banget...! Hehehe.. Kemana-mana bareng, kelompok tugas bareng, hobinya sama, stylish, sama-sama lebay juga (tapi menurut saya dia jauh lebih lebay..). Pokoknya nggak lengkap deh kalau belum ada dia. Sohib saya yang satu ini jauh-jauh datang dari Depok ke Bandung untuk menuntut ilmu di SMA St. Angela Bandung yang tercinta.. Dia selalu memanggil saya "JaaaJaaa...!!" dengan nada tinggi 5 oktaf bak majikan yang lagi manggil Si Ijah.
Si Adit yang chubby ini orangnya smart banget, jawara kelas nomor satu, pokoknya paling t o p b g t deh kalau urusan di bidang akademik. Bahkan dulu saya yang sudah kehilangan nafsu untuk belajar, menjadi jauh termotivasi gara-gara dia. Dan yang bikin saya heran, hobi shoppingnya juga sama dengan saya (tetapi saya mengklaim hobi shopping saya lebih parah, hoho). Dia bilang sih hobi shoppingnya banyak ditularkan oleh saya. Kita juga sama-sama branded lovers, sering menghayalkan memiliki barang-barang branded seperti Prada, Chanel, Hermes, Louis Vuitton, dll..(but someday we'll have it, iya kan Dit?). Pokoknya kalau pergi jalan-jalan sama dia tuh kayak bukan lagi jalan-jalan sama cowok, nggak ada tuh yang namanya mengeluh kebosanan atau teriak-teriak rewel kecapean. Bahkan dia dengan sabar rela menemani saya belanja-belanji. Lanjoooeeet teroooees...! Zara and Topshop are our fave..
Baru kali ini saya menemukan spesies cowok yang seperti ini. :P Dia juga sangat menikmati yang namanya beauty routine, sama halnya dengan saya. Bahkan koleksi face mask dan body scrubnya bersaing dengan saya! Bingung kan? Apalagi ketika kami menginjakkan kaki di The Body Shop yang ada di Bandung Indah Plaza (mall yang terdekat dengan sekolah)...HAHAHA. Si mbak-mbak Body Shop sampai hafal banget tuh. Kita betah banget berlama-lama nangkring disana, bak anak kecil yang baru terdampar di wonderland. Segala produk nganggur berlabelkan "Try Me" kita coba, alhasil kedua tangan pun wangi semerbak hasil dioles-oles dengan berbagai macam varian body lotion, dan disemprot dengan berbagai macam eau de toilette. Sesudahnya nggak beli banyak-banyak, hanya satu atau dua item yang bisa membuat hati riang gembira, dan tentu saja menguras uang jajan  :P Tidak lama kemudian kami pun menjadi member The Body Shop People... (untuk mbak-mbak Body Shop, sing sabar yaaah)
Sekarang ia sudah melanjutkan ke Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dan menurut saya dia cocok sekali menekuni bidang pariwisata. Ia bercita-cita ingin menjadi chef terkenal, dan siapa tahu bisa sambil berlayar di Super Star Virgo Cruise Ship (saya juga kepingin banget naik kapal pesiar yang mewah itu, sangat amat ingin!).
Dia sangat mengerti saya dan selalu membuat saya tertawa, bahkan disaat saya tidak ingin tersenyum sekalipun. Oleh karena itu saya juga ingin selalu membuatnya tersenyum.. Thank you Adit, love you much >_<

Francisca Christianti. Jeng Sisca ini kecil-kecil cabe rawit. Hasil psikotestnya pun menunjukkan kalau saya dengan dia mempunyai tipe kepribadian yang sama. Artinya sifat kita 11:12 lah yaa... Perempuan berkulit hitam manis ini juga stylish dan berpenampilan up to date. Kita berdua sama-sama suka make-up! Tapi kalau Jeng Sisca nggak pernah malu retouch di kelas sepulang sekolah kalau mau ketemu sang pujaan hati di tempat les gambar...hehe. Pake skin glow, loose powder, shimmer lipstick, juga nggak ketinggalan lip glossnya. Tapi semua itu ia poleskan tipis-tipis..paling kalau terlalu menor, biasanya si Adit yang 'bunyi' duluan. (??)
Saya sangat mengagumi sifatnya yang mandiri. Disaat saya cuma bisa cemberut gara-gara nggak punya duit buat beli make-up baru yang sudah kami incar di mall, dia tidak pernah kehabisan akal untuk mendapatkan uang dengan caranya sendiri. Sisca itu perempuan yang kreatif, ia membuat bando pita ala Blair 'Gossip Girl' dalam berbagai warna, lalu ia jual dengan harga yang murmer alias murah meriah kalau dibandingkan dengan harga di toko. Bando-bando yang lucu dan sophisticated itu pun dalam sekejap menjadi incaran anak-anak cewek satu sekolahan, dan pesanan bando pun meningkat drastis, laris manis bak gorengan disaat berbuka puasa. Sampai pada suatu hari tercetuslah nama "Chibi Choong" sebagai merk bandonya. Terinspirasi dari our fave shoes brand, Jimmy Choo. Sekarang pun produknya bermacam-macam, ada banyak kreasi aksesoris lainnya yang bisa membuat perempuan-perempuan semakin cantik.
Sifat kreatif itulah yang membuat Sisca menjadi seorang mahasiswi DKV di ITENAS Bandung saat ini. Walaupun ia belum diterima di Seni Rupa ITB pada tahun ini, tetapi ia tidak pernah menyerah... Jeng Sis,I'm very proud of you, show to the world your girl power!

Ameitha Ria. Saya sangat tidak menyangka bisa berteman baik dengannya. Secara dari SD dulu, kita saling sebel satu sama lain, pokoknya ogah banget deh temenan sama dia. Nah itu karma namanya, dari lawan jadi kawan. Tidak semua orang bisa menerima sifatnya yang memang sedikit balk-blakan dalam berbicara, juga wajahnya yang terlihat sangat sinis apabila melihat orang yang tidak ia sukai. Ketika awal kelas 3 SMA, ia dimusuhi oleh teman-teman genknya, dan dari situlah saya mulai menyadari Eta yang sesungguhnya.
Berbeda dengan yang terlihat diluarnya, menurut saya sebenarnya ia sangat rapuh di dalamnya. Ia perempuan yang sangat baik hati, dan sabar sekali mendengarkan curhat orang lain. Ketulusannya ketika membantu teman, begitu terpancar dari wajahnya. Ternyata selama ini saya benar-benar salah menilai dia. Kata-kata yang keluar dari bibirnya menunjukkan otaknya yang memang smart, dan ia selalu berhasil mengajak kami teman-temannya untuk serius dalam belajar karena kami sudah kelas 3 SMA.
Si eneng yang satu ini paling rajin diantara kami semua, dan saya yang paling banyak ngobrol dan kerjanya nggak beres-beres..hahaha.. Dengan gaya khasnya, rambut lurusnya yang panjang, dan juga dengan jam tangan Swatch elegant yang selalu melingkar di tangannya, Eta selalu amat sangat sabar mengajari saya Matematika sampai saya bisa (she's The Master of Math). Sekarang ia sudah resmi menjadi mahasiswi Hukum di Universitas Indonesia, dan saya menyaksikan sendiri bagaimana kerja kerasnya untuk bisa sampai ke UI ini.
Thank you so much Eta...you're the Super Girl..!

Wednesday, September 9, 2009

I Love Beauty Things!


Yeah, I'm desperately fascinated by all things beauty, like make-up, body care, etc.
Dari SD, Mamie saya membiasakan saya untuk mulai memakai pelembap wajah, sedikit bedak tabur (waktu itu bedak yang sedang naik daun adalah bedak Marcks yang kemasannya warna kuning), dan lip balm. Ketika kelas 1 SMA, saya sudah mengenal banyak produk make-up. Bahkan saya memakai lip balm, bedak, dan maskara bening (kadang maskara biru tipis) ke sekolah, disaat teman-teman yang lain memilih untuk put nothing on their face exept moisturiser. Alhasil di kelas 3 SMA, saya sudah fasih dengan berbagi macam jenis dan alat make-up, yang kalau saya sebutkan satu-satu disini malah menuh-menuhin aja.
Sama halnya dengan urusan perawatan tubuh, saya juga tergila-gila dengannya. Suatu hari ketika sedang mengikuti pelajaran ekonomi di sekolah, teman yang duduk di belakang saya menunjukkan flyer discount The Body Shop, dan saya langsung screaming out like crazy pada saat itu. Kalau sedang jalan-jalan ke mall, rasanya tangan saya sudah gataaaall sekali melihat produk-produk kecantikan nganggur bertuliskan 'Tester' atau 'Try Me'. Di pikiran saya, mereka seolah-olah melambaikan tangan kepada saya, berebut minta dicoba. Sekalinya udah nyoba-nyoba tester, Mamie saya sering nggak sabar ngeliat saya mencoba berbagai macam produk, lama banget, dan sesudahnya nggak dibeli. Mungkin mbak-mbak SPGnya juga udah keki setengah mati.
Tapi itulah saya, dan sepertinya kecintaan ini sudah tidak bisa dihapuskan dari otak dan denyut nadi saya. :-) Bahkan ketika di SMA, saya sukses menjadi 'Beauty Consultant' untuk teman-teman saya. Rasanya mereka lebih memercayai saya untuk urusan seperti ini dibandingkan rayuan pulau kelapa mbak-mbak SPG. Waktu itu saya juga sambil bejualan Oriflame di sekolah, sering cuap-cuap promosi sampai mulut berbusa, dan bersaing dengan 'pedagang' Oriflame di kelas sebelah. Saya tidak mengejar target harus banyak yang beli, yang penting teman-teman yang beli mendapatkan kepuasan lahir dan batin (cieee...), dan tidak salah memilih make-up atau perawatan yang pas untuk jenis kulit mereka. Dan rupanya saya cukup berhasil menularkan kepada teman-teman tentang kecintaan saya ini, ada yang tadinya cueeekk banget sama penampilannya, lama-lama mulai tergugah juga. Hahaha... ;p Tapi ada juga lho, teman yang menganggap saya kecentilan karena mereka pikir yang ada di otak saya cuma urusan make-up. I don't care about that...
Untuk masa depan, saya ingin sekali bisa bekerja di bidang yang saya cintai ini. Senang rasanya melihat orang-orang yang dibayar mahal untuk mencoba berbagai macam produk kulit dan kecantikan. Udah nyoba gratis, dibayar pula...Huaaaa. Sambil menyelam minum Coca-Cola. :D

Tuesday, September 8, 2009

My First Posting

Saya Agnes Oryza Kristel, teman-teman dan keluarga biasa memanggil saya Zsa-Zsa (ngomong-ngomong diambil darimana ya? Dari Oryza nya kali yaa..saya juga bingung, hehe.). Saya mahasiswi Fikom Unpad angkatan 2009.
Awalnya saya tidak kepikiran untuk memulai menulis dalam sebuah blog, sampai tante saya yang alumni Fikom Unpad bilang, "Kamu sebagai anak komunikasi, apalagi nanti rencananya mau masuk jurusan Public Relation, hrus bisa menulis selain bisa ngomong. Biar ada nilai plusnya. Bukan cuma anak jurnalistik aja yang harus bisa menulis..." Wah..saya sih dari jaman baheula, dari SMP tuh memang udah suka nulis dalam buku diary (yang setiap akhir taun tutup buku, trus diganti sama yang baru) untuk menumpahkan segala uneg-uneg saya, yang terkadang nggak semuanya bisa saya sampaikan ke orang lain. Ok, saya akan lebih banyak berlatih menulis...
Dalam blog ini, saya hanya ingin berbagi...about everything!
You can share anything with me.. ^^