If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my husband?
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or rightAnd though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I could stay in your arms
*If You're Not The One - Daniel Bedingfield (dengan perubahan)
Sunday, December 27, 2009
Holiday Ooooh Holiday...

Hey, Merry Christmas semuanya! Sedikit telat... tapi enggak apa-apa lah ya, kan sekarang masih suasana Natal :)
Saya selalu bermimpi ingin merayakan Natal di tempat yang spesial, dan bersama orang-orang yang spesial juga. Contohnya nih, angan-angan pertama: ingin white christmas sama keluarga besar di Belanda, dinner roasted turkey, ditemani segelas wine.. Ooh nikmatnya. Dan tentu saja masih ada ribuan angan-angan lainnya yang 'beterbangan' di pikiran saya.
Kesibukan saya sehari-hari cukup menyita pikiran dan tenaga. Karenanya setiap liburan tiba, saya selalu mendambakan liburan yang 'wah'. Wajar kan?
Dan liburan kali ini saya harus puas berlibur di Paris van Java tercinta, dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Bukannya saya mau meratapi nasib liburan akhir tahun saya, tetapi jujur saja saya iri melihat teman-teman yang bisa berlibur keluar kota bahkan ke luar negeri untuk merayakan Natal dan tahun baru.
Berbagai rencana liburan yang secara mendadak dirancang oleh keluarga saya pun dengan suksesnya gagal.
- Rencana berlibur dan menginap di Puncak Pass Resort batal, gara-garanya kami sekeluarga malas berhadapan dengan macet 'parah' di Puncak, yang di berita disebutkan macetnya sampai 15 km. Amit-amiitt... X( Dan sebelumnya kami belum melakukan reservasi resort.
- Rencana berlibur ke Cipanas, Garut pada tanggal 26 Desember. Bisa dibilang gagal, tetapi tidak sepenuhnya gagal juga. Jadi ceritanya kami sekeluarga berangkat dengan pedenya tanggal 26 Desember siang, tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu di salah satu resort disana padahal saat itu sedang high season. Satu persatu resort kita telusuri, dan semuanya sudah full booked alias PENUH. Tempat menginap yang masih ada, tinggal tempat-tempat yang 'iyuuuuh' banget alias enggak banget!
Akhirnya kami hanya makan di resto sunda terdekat. Pujasega, tempatnya sangat cozy, seperti saung-saung, dan harga makanannya pun masih reasonable. Favorit saya adalah Large Gurame Goreng seharga Rp. 75.000,-. Lalu perjalanan diakhiri dengan mampir ke Kampung Sampireun yang sangat terkenal itu. So breathtaking! Disana, resort terletak di danau sehingga untuk menuju ke resort, setiap tamu harus mendayung perahu sendiri.
Dan berikut beberapa hal yang menghalangi saya untuk pergi berlibur dengan tenang:
Terkadang rasanya saya ingin berteriak, saya mau liburan! Walaupun begitu saya harus tetap bersyukur karena Tuhan masih mengijinkan saya untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga yang lengkap. Yaah, semoga saja mungkin bulan Juni saya bisa memenangkan Shopping Trip to Paris with Miss Jinjing.
Saya selalu bermimpi ingin merayakan Natal di tempat yang spesial, dan bersama orang-orang yang spesial juga. Contohnya nih, angan-angan pertama: ingin white christmas sama keluarga besar di Belanda, dinner roasted turkey, ditemani segelas wine.. Ooh nikmatnya. Dan tentu saja masih ada ribuan angan-angan lainnya yang 'beterbangan' di pikiran saya.
Kesibukan saya sehari-hari cukup menyita pikiran dan tenaga. Karenanya setiap liburan tiba, saya selalu mendambakan liburan yang 'wah'. Wajar kan?
Dan liburan kali ini saya harus puas berlibur di Paris van Java tercinta, dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Bukannya saya mau meratapi nasib liburan akhir tahun saya, tetapi jujur saja saya iri melihat teman-teman yang bisa berlibur keluar kota bahkan ke luar negeri untuk merayakan Natal dan tahun baru.
Berbagai rencana liburan yang secara mendadak dirancang oleh keluarga saya pun dengan suksesnya gagal.
- Rencana berlibur dan menginap di Puncak Pass Resort batal, gara-garanya kami sekeluarga malas berhadapan dengan macet 'parah' di Puncak, yang di berita disebutkan macetnya sampai 15 km. Amit-amiitt... X( Dan sebelumnya kami belum melakukan reservasi resort.
- Rencana berlibur ke Cipanas, Garut pada tanggal 26 Desember. Bisa dibilang gagal, tetapi tidak sepenuhnya gagal juga. Jadi ceritanya kami sekeluarga berangkat dengan pedenya tanggal 26 Desember siang, tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu di salah satu resort disana padahal saat itu sedang high season. Satu persatu resort kita telusuri, dan semuanya sudah full booked alias PENUH. Tempat menginap yang masih ada, tinggal tempat-tempat yang 'iyuuuuh' banget alias enggak banget!
Akhirnya kami hanya makan di resto sunda terdekat. Pujasega, tempatnya sangat cozy, seperti saung-saung, dan harga makanannya pun masih reasonable. Favorit saya adalah Large Gurame Goreng seharga Rp. 75.000,-. Lalu perjalanan diakhiri dengan mampir ke Kampung Sampireun yang sangat terkenal itu. So breathtaking! Disana, resort terletak di danau sehingga untuk menuju ke resort, setiap tamu harus mendayung perahu sendiri.
Dan berikut beberapa hal yang menghalangi saya untuk pergi berlibur dengan tenang:
- Tanggal 31 Januari saya harus nge-MC (for the first time) di acara tahun baruan lingkungan, acara dimulai dari jam 8 malam sampai dengan selesai, alias baru selesai ketika sudah melewati malam tahun baru.
- Tanggal 5 Januari saya harus menghadapi UAS praktek mata kuliah Fotografi yang cukup menyita pikiran. Sang dosen pun telah menetapkan beberapa aturan ujian yang cukup sulit dilakukan, kata beliau aturan-aturan itu muncul setelah beliau menjadi lebih pintar akibat meminum vitamin otak. What the ****?
- Tanggal 8 Januari UAS Agama Katolik.
- Tanggal 10 Januari saya sebagai panitia divisi acara Natal KMK Unpad harus bekerja keras suapaya acara ini berhasil dengan gemilang *cring..cring*
- Dilanjutkan UAS mata kuliah lainnya pada tanggal 11-15 Januari. Dan rasanya mereka sudah melambai-lambaikan tangannya pada saya.... Glek. Ya Tuhan, berilah saya kekuatan...
Terkadang rasanya saya ingin berteriak, saya mau liburan! Walaupun begitu saya harus tetap bersyukur karena Tuhan masih mengijinkan saya untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga yang lengkap. Yaah, semoga saja mungkin bulan Juni saya bisa memenangkan Shopping Trip to Paris with Miss Jinjing.
Friday, December 18, 2009
Isi Hati Seorang Curly Girl
Pernahkah kamu mencintai seseorang yang telah mempunyai posisi penting dalam hidup kamu?
Dalam arti dia bukanlah seseorang yang baru saja kamu kenal, atau baru saja bertemu di kampus baru.
Tetapi dia adalah seseorang yang telah lama mengisi hari-harimu dengan canda tawanya, kisahnya, bahkan tangisnya.
Sudah lama aku mengalami ini, sudah ratusan hari lamanya apabila kuhitung.
Aku menyadari itu.
Dia datang dalam pikiranku ketika aku baru membuka mataku di pagi hari.
Dia datang dalam pikiranku ketika aku akan memejamkan mataku, dan mengantarkanku ke alam mimpi yang begitu indah dan terkadang tidak masuk di akal.
Dia selalu ada SETIAP SAAT dalam pikiranku, kapanpun, dimanapun.
Tapi herannya aku tidak pernah lelah memikirkannya...
Kuakui aku telah jatuh hati padanya.
Salahkah aku?
Pada mulanya aku dengan lantang mengatakan pada diriku sendiri.
Kamu tidak mungkin mencintai dia.
Sebuah penyangkalan.
Penyangkalan yang membawa perasaan ini semakin lama semakin dalam, dalam, dan dalam hingga tidak dapat diukur lagi.
Percuma menyangkal cinta. Ia tidak akan kalah begitu saja.
Lalu sekarang apa yang bisa aku lakukan?
Sudah pasti, muncul lusinan bahkan ratusan pertanyaan.
Bagaimana perasaannya terhadapku?
Nah, muncullah pertanyaan yang mematikan itu, yang jawabannya kurasa hanya dia, malaikat, dan Tuhan yang tahu.
Sampai kapankah aku harus menahan perasaanku ini?
Sampai besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan?
Harus berapa lamakah aku menahan mengatakan CINTA,
sedangkan mataku tidak bisa berhenti memancarkan CINTA?
Harus berapa lama aku menahan diri ketika aku sejujurnya kesal melihat ia dekat dengan seseorang yang lain?
Haruskah aku mengambil resiko dan mengatakan yang sejujurnya,
atau haruskah aku bertahan seperti ini supaya semuanya berjalan baik-baik saja?
Rasa ini begitu unik, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Rasa yang tidak pernah sekalipun kurasakan kepada pujaan hatiku sebelum-sebelumnya.
Baru kali ini.
Ada seorang pria yang berhasil mencuri hatiku. Bahkan bisa dibilang dia tidak mencurinya, tetapi merampoknya.
Bayangkan saja.
Tetapi aku bersyukur, karena ia selalu ada untukku.
Terima kasih Tuhan...
Aku tahu Engkau telah menyiapkan saat itu.
Aku hanya harus bersabar...
Dalam arti dia bukanlah seseorang yang baru saja kamu kenal, atau baru saja bertemu di kampus baru.
Tetapi dia adalah seseorang yang telah lama mengisi hari-harimu dengan canda tawanya, kisahnya, bahkan tangisnya.
Sudah lama aku mengalami ini, sudah ratusan hari lamanya apabila kuhitung.
Aku menyadari itu.
Dia datang dalam pikiranku ketika aku baru membuka mataku di pagi hari.
Dia datang dalam pikiranku ketika aku akan memejamkan mataku, dan mengantarkanku ke alam mimpi yang begitu indah dan terkadang tidak masuk di akal.
Dia selalu ada SETIAP SAAT dalam pikiranku, kapanpun, dimanapun.
Tapi herannya aku tidak pernah lelah memikirkannya...
Kuakui aku telah jatuh hati padanya.
Salahkah aku?
Pada mulanya aku dengan lantang mengatakan pada diriku sendiri.
Kamu tidak mungkin mencintai dia.
Sebuah penyangkalan.
Penyangkalan yang membawa perasaan ini semakin lama semakin dalam, dalam, dan dalam hingga tidak dapat diukur lagi.
Percuma menyangkal cinta. Ia tidak akan kalah begitu saja.
Lalu sekarang apa yang bisa aku lakukan?
Sudah pasti, muncul lusinan bahkan ratusan pertanyaan.
Bagaimana perasaannya terhadapku?
Nah, muncullah pertanyaan yang mematikan itu, yang jawabannya kurasa hanya dia, malaikat, dan Tuhan yang tahu.
Sampai kapankah aku harus menahan perasaanku ini?
Sampai besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan?
Harus berapa lamakah aku menahan mengatakan CINTA,
sedangkan mataku tidak bisa berhenti memancarkan CINTA?
Harus berapa lama aku menahan diri ketika aku sejujurnya kesal melihat ia dekat dengan seseorang yang lain?
Haruskah aku mengambil resiko dan mengatakan yang sejujurnya,
atau haruskah aku bertahan seperti ini supaya semuanya berjalan baik-baik saja?
Rasa ini begitu unik, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Rasa yang tidak pernah sekalipun kurasakan kepada pujaan hatiku sebelum-sebelumnya.
Baru kali ini.
Ada seorang pria yang berhasil mencuri hatiku. Bahkan bisa dibilang dia tidak mencurinya, tetapi merampoknya.
Bayangkan saja.
Tetapi aku bersyukur, karena ia selalu ada untukku.
Terima kasih Tuhan...
Aku tahu Engkau telah menyiapkan saat itu.
Aku hanya harus bersabar...
Subscribe to:
Posts (Atom)