Friday, October 22, 2010

Jakarta Fashion Week 2010/2011: Menuju Jakarta, Kota Mode Dunia

Melihat para model yang wara-wiri di fashion week kota-kota mode dunia membuat mata saya tidak bisa berpaling. Maksudnya berpaling dari TV, jangan menyangka saya sedang menyaksikannya live dari benua seberang.

Sebagai seorang fashionista saya selalu memperhatikan tren terkini yang ditawarkan oleh perancang-perancang dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saya agak kaget sekaligus senang ketika mendengar bahwa Indonesia akan dijadikan kiblat untuk fashion busana muslim. Wow! Sounds good right? Fashion di Indonesia mulai menjadi perhitungan bagi fashionista-fashionista di seluruh dunia. Tentu saja hal tersebut menjadi berita yang begitu menggembirakan ditengah-tengah keadaan Indonesia yang saat ini diterpa berbagai fenomena yang tidak menyenangkan (bencana alam, demo dan aksi anarkis dimana-mana, dll).






Indonesia pun membuktikan geliatnya dalam dunia fashion. Please welcome, JAKARTA FASHION WEEK 2010/2011! Yap, acara yang sudah tiga kali digelar di Jakarta ini akan kembali hadir di awal November, yaitu pada tanggal 6-12 November 2010. Femina Group sebagai penyelenggara siap menggelar kembali acara bergengsi ini di salah satu mal ternama di Jakarta, yaitu Pasific Place. Pastinya para penikmat fashion khususnya di Indonesia sudah tidak sabar untuk menyaksikan dan bahkan terlibat dalam Jakarta Fashion Week tahun ini.

Kali ini Jakarta Fashion Week mengusung tema Styling Modernity, yang berarti menggabungkan kekayaan tekstil tradisional Indonesia dengan kreasi para desainer yang modern. Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia mempunyai warisan budaya yang kaya. Salah satunya adalah batik yang secara sah sudah diakui oleh dunia. Tentu saja batik dan warisan tekstil tradisonal Indonesia lainnya harus kita manfaatkan dan kita tunjukkan eksistensinya kepada masyarakat dunia, salah satunya melalui JFW ini.

Jakarta Fashion Week menjadi ajang bagi para desainer Indonesia untuk menunjukkan taringnya dan membuktikan kekayaan fashion Indonesia di mata dunia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berharap agar JFW dapat menjadi agenda fashion dunia yang dihadiri pembeli dari mancanegara. Bahkan pada pembukaan JFW, akan digelar Parade Kebaya oleh desainer-desainer papan atas Indonesia. Pasti terbayang kan, bagaimana memukaunya batik yang disulap menjadi karya fashion yang indah di atas catwalk?

Bisa kita lihat kan, kalau Jakarta pun tidak kalah bila disandingkan dengan kota-kota mode ternama di dunia lainnya? Ya, sebentar lagi Jakarta pun akan menjadi kota mode dunia. Dan kita sebagai insan Indonesia, patut berbangga akan hal itu :)



Untuk info jadwal Jakarta Fashion Week, klik disini.
Keterangan lebih lengkap bisa dilihat di website, facebook, dan twitter JFW



Monday, October 11, 2010

I'm back.. And Just Wanna Share

Hello I'm back... Yes, fever reaaally got me crazy. Bener-bener ampuun deh sama yang namanya sakit, enggak enak banget deh. Yah pokoknya dimana-mana enggak ada yang namanya demam itu enak, kecuali demam asmara :P Hihihi..

Miss beauty junkie ini walaupun sakit tetep aja enggak berhenti dandan. Waktu itu ceritanya nih masih dalam pemulihan, baruu banget turun demamnya. Diharuskan buat keluar rumah karena ada acara. Saya dandan tentu saja. Tetapi mata memang tidak bisa berbohong, saya tetap kelihatan seperti orang sakit kata papie.. Hiks :'(

Hmm... menurut saya, wanita jaman sekarang ini seharusnya bisa menentukan langkah hidupnya sendiri. Dalam artian, memang dia menerima saran dari orang di sekitarnya, tetapi hanya dialah yang berhak menentukan keputusan terakhirnya. Got it?
Kenapa sih saya jadi menyinggung masalah ini?
Jadi begini ceritanya...


Seorang teman perempuan saya memang terlihat jarang berdandan ke kampus. Nah tapi entah mengapa, sepertinya karena dia terlalu banyak bergaul dengan saya yang tukang dandan ini, dia mulai tertular.. Maksudnya ketularan hobi dandan.
Oke jangan salahkan saya dulu. Setiap wanita berhak untuk tampil cantik dan mempercantik dirinya bukan? Saya bahagia melihatnya, dan tentu saja tidak segan-segan menularkan hobi saya ini lebih lanjut *mulai terdengar agak jahat* :P

Dandanannya yang emang naturally beautiful, membuat sohib saya ini terlihat lebih fresh dan cantik. Semua orang juga setuju kalo melihatnya.
Suatu hari sohib saya ini pergi ketemuan sama sang pacar (mereka beda kampus dan jarang ketemu). Pulang-pulang, si sohib cemberut.
Loh kok?
Daaaannn.... dia laporan kalo pacarnya enggak suka liat dia dandan! Sama sekali!
...
HAH?
...
Apa?!
...
Enggak salah?

Dan berjuta pertanyaan di dalam kepala. KENAPAA?? KOK BISA??! Akhirnya saya lontarkan kata-kata itu ke hadapan sohib saya dengan mata terbelalak bak nenek lampir yang siap mau makan anak kecil.
"Dia malah marah-marah liat gue dandan... dia bilang lebih suka liat gue yang kayak dulu. Katanya kalo mau ketemuan sama dia jangan coba-coba dandan!"

APAA??! Baru kali ini saya denger yang kayak gitu. Gila, kalo saya jadi dia udah saya putusin tuh cowok! *ups*


And another story...
Saya punya seorang tante di Jateng yang mempunyai muka muluuuuusss bak kanvas yang siap dilukis dengan make-up. Lalu dengan polosnya saya bertanya:
"Tante mukanya mulus banget sih... Kok enggak pernah dandan Tante? Dandan tipiiiss aja pasti jadi lebih seger deh.."
And then she said, "Enggak boleh sama suami Tante.."
JEDAAANGGGGG
-__-"


Postingan blog ini bukan bermaksud untuk menyinggung beberapa pihak, saya hanya ingin share saja. Menurut saya sih, selama makeup itu bisa membuat kita LEBIH cantik dan segar, kenapa enggak?
Dan laki-laki pun tidak berhak untuk melarang :P



~smile is your best makeup